Rabu, 15 Januari 2014

Pembentukan Ikatan C-C



Pembentukan Ikatan C-C



Ikatan karbon-karbon adalah ikatan antara dua atom karbon . Bentuk yang paling umum adalah ikatan kovalen - ikatan yang terdiri dari dua elektron.
 

Karbon memiliki karakteristik unik di antara seluruh elemen dalam membentuk ikatan panjang atomnya sendiri.
Ikatan C-C dibentuk melalui tumpang tindih antara orbital sp3 dan orbital sp3 dari masing-masing atom karbon. Ikatan yang terbentuk antara karbon-karbon adalah ikatan sigma yang terlokalisasi. Sehingga, akibat dari ikatan sigma yang terlokalisasi tersebut akan membentuk struktur tetrahedral murni.
Pembentukan ikatan C-C berdasarkan gaya dorong reaksinya dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.    Reaksi aldol
salah salah satu pembentukan ikatan karbon-karbonyang penting dalam kimia organik. Dalam bentuk yang umum, ia melibatkan adisi nukleofilik enolat keton ke sebuah aldehid, membentuk sebuah keton betahidroksi atau aldol (aldehid =+ alkohol), sebuah struktur senyawa obat yang ditemukan secara alami. Kadang-kadang, produksi aldol melepaskan molekul air selama reaksi dan membentuk keton alfa, beta tak jenuh. 
 Reaksi kondensasi adalah reaksi di mana dua molekul sederhana atau lebih bersambung menjadi satu molekul besar dengan atau tanpa hilangnya satu molekul kecil.
 Reaksi kondensasi aldol dapat dilangsungkan oleh senyawa aldehida yang mempunyai hidrogen α. Reaksi kondensasi aldol terjadi pada satu jenis aldehida dengan adanya asam atau basa encer. Senyawa hasil reaksi kondensasi aldol adalah aldehida β-hidroksi yang sering disebut dengan senyawa aldol. Senyawa aldol adalah senyawa yang mempunyai gugus fungsi aldehida dan alkohol sekaligus.   

2.    Reaksi grignard

contoh reaksi senyawa oragnologam. Karena berbagai jenis aldehida dan keton mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi Grignard. 

3. Reaksi Diels- Alder

Gaya dorong reaksi Grignard adalah tarik-menarik antara dua muatan listrik yang berbeda antara dua atom karbon. Reaksi semacam ini disebut dengan reaksi ionik atau reaksi polar. Ada pula jenis lain reaksi organik. Salah satunyaa adalah reaksi radikal, yang gaya dorongnya adalah radikal reaktif yang dihasilkan dalam reaksi. Bila dihasilkan radikal fenil, radikal ini akan menyerang molekul benzene akan menghasilkan bifenil.
C6H5 + C6H6 –> C6H5- C6H5 + H 11.22)
Sebagian besar reaksi organik diklasifikasikan dalam reaksi ionik dan reaksi radikal. Di pertengahan pertama abad 20, kemudian muncul, golongan lain reaksi yang tidak dapat dimasukkan dalam dua golongan tadi. Salah satu yang khas adalah reaksi Diels-Alder yang ditemukan di tahun 1928 oleh dua kimiawan Jerman Paul Hermann Diels (1876-1954) dan Kurt Alder (1902-1958).
Dalam reaksi ini butadiena yang secara muatan netral bereaksi dengan anhidrida maleat yang juga netral menghasilkan produk siklik.









pertanyaan,..,.,
1.  mana yang lebih stabil antara ikatan tunggal C- C ( alkana)dengan ikatan rangkap C=C (alkena) berdasarkan tingkat energinya,.? mohon pencerahan teman-teman.

2 komentar:

  1. Karena pada ikatan tunggal (alkana), ikatan terjadi pada orbital ikatan sigma sedangkan pada ikatan rangkap (alkena) ikatan yang terjadi pada orbital phi. Diantara dua jenis orbital ini, orbital phi adalah yang paling lemah dibandingkan dengan ikatan sigma. Kedua ikatan ini terdapat pada ikatan rangkap. Bila terjadi reaksi maka ikatan phi akan diserang sehingga lebih mudah bereaksi.

    BalasHapus
  2. Yang alkana karena semakin pendek suatu ikatan tersebut maka ikatan tersebut lebih setabil apabila kita bandingkan dengan ikatan rangkap dua karena ikatan rangkap dua memiliki banyak iktan, semakin banyak ikatan maka semakin tidak setabil...

    BalasHapus